Andrea Bocelli Tampil di Indonesia, Pesan Kemanusiaan untuk Palestina Menggema

oleh -9 kali dilihat

JAKARTA — Konser penyanyi tenor legendaris asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia tidak hanya dipersiapkan sebagai pertunjukan musik kelas dunia, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan dan perdamaian. Melalui penyelenggaraan konser tersebut, promotor Shoemaker Live yang dipimpin Prajna Murdaya menggagas sejumlah program solidaritas bagi masyarakat terdampak konflik dan krisis kemanusiaan.

Salah satu inisiatif utama yang disiapkan adalah donasi sebanyak 100.000 pasang sepatu untuk anak-anak di Palestina dan wilayah lain yang terdampak perang. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat yang menghadapi situasi sulit akibat konflik.

Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyatakan bahwa pihaknya mendukung posisi Indonesia yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Menurutnya, penyelenggaraan konser dapat menjadi momentum untuk menyampaikan pesan kepedulian dan memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan.

“Sebagai penyelenggara acara, kami menyatakan sikap sejalan dengan posisi resmi Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina,” ujar Prajna dalam keterangan tertulis pada Rabu (28/10/2026).

Ia menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian inisiatif kemanusiaan yang dirancang untuk membantu para korban konflik dan krisis di berbagai belahan dunia.

Selain donasi sepatu, Shoemaker Live membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi melalui penggalangan dana digital. Dana yang terkumpul direncanakan mendukung berbagai program kemanusiaan bagi masyarakat terdampak konflik, termasuk di Palestina, Suriah, dan Haiti.

Informasi mengenai penggalangan dana tersebut dapat diakses melalui situs resmi Shoemaker Live di www.shoemaker.live.

Konser Andrea Bocelli Tetap Berlangsung

Di tengah perhatian dan polemik yang berkembang di masyarakat, konser Andrea Bocelli di Indonesia dipastikan tetap berlangsung sesuai jadwal. Pertunjukan dijadwalkan digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026 dan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.

Sebelumnya, rencana konser tersebut mendapat sorotan, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Perhatian itu berkaitan dengan dugaan keterlibatan Andrea Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022.

MUI menilai persoalan tersebut perlu menjadi bahan pertimbangan pemerintah, terutama dalam konteks sikap Indonesia terhadap konflik Palestina.

Menanggapi polemik itu, Shoemaker Live menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan dan arahan selama proses persiapan konser. Promotor menyatakan dukungan tersebut membantu penyelenggaraan pertunjukan tetap berjalan sesuai rencana.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan dan arahan yang diberikan selama proses ini, sehingga konser Maestro Bocelli dapat diselenggarakan dengan aman,” kata Prajna.

Ia juga menyatakan memahami bahwa perhatian masyarakat terhadap konser tersebut tidak hanya berkaitan dengan pertunjukan musik, tetapi juga dengan kepedulian terhadap warga yang mengalami konflik, kehilangan, dan penderitaan kemanusiaan.

Menurut Prajna, pihaknya terbuka terhadap berbagai pandangan publik dan memahami pentingnya menjadikan persoalan kemanusiaan sebagai bagian dari pembicaraan mengenai penyelenggaraan acara tersebut.

Musik sebagai Pesan Perdamaian

Prajna menyampaikan bahwa Andrea Bocelli ingin menjadikan pertunjukan di Indonesia sebagai ruang untuk menyuarakan harapan akan perdamaian dan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak konflik.

“Maestro Bocelli senantiasa menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan ingin menyampaikan harapan akan perdamaian, terutama bagi mereka yang hingga hari ini belum dapat merasakannya,” ujarnya.

Pesan tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian *Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia*. Menurut promotor, program pertunjukan di Borobudur dan Jakarta dirancang untuk mengangkat tema perdamaian, persatuan, dan solidaritas kemanusiaan.

Dalam rangkaian acara itu, Andrea Bocelli juga disebut akan mendedikasikan salah satu lagu untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia, dengan perhatian khusus kepada anak-anak serta masyarakat yang hidup di tengah perang dan penderitaan.

Para pemegang tiket juga akan memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan menyalakan dan menerbangkan lampion. Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai simbol doa, harapan, dan solidaritas bagi terciptanya perdamaian dunia.

“Musik memiliki kekuatan universal untuk menyatukan hati dan menyuarakan cinta kasih. Melalui konser Andrea Bocelli ini, kami ingin memastikan bahwa gaung kemanusiaan dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dapat dirasakan secara nyata oleh mereka yang membutuhkan,” tutur Prajna.

Melalui rangkaian pertunjukan dan program donasi tersebut, Shoemaker Live berharap konser Andrea Bocelli tidak hanya meninggalkan kesan melalui penampilan musik, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan lintas negara.

Target donasi 100.000 pasang sepatu diharapkan menjadi salah satu bentuk dukungan bagi anak-anak dan masyarakat yang terdampak perang, sekaligus menguatkan pesan bahwa solidaritas, kepedulian, dan perdamaian merupakan tanggung jawab bersama.